Akhirnya bisa nonton juga film 2012 yang sempat menjadi kontroversi di Indonesia, terlebih ketika ada isu bahwa MUI bakal mengharamkan film ini (Tapi dalam tulisan ini MUI mengatakan bahwa film tersebut tidak haram).

Film 2012
Isu kiamat yang akan terjadi pada 2012 ternyata sangat hebat pemberitaannya, bahkan saya mengetahui film ini ketika silet membahas tentang isu 2012 ini (tapi saya bukan penyuka gosip ya, kebetulan doank liat
).
Film ini tidak berbeda sama film disaster sebelumnya seperti The Day After Tomorrow, atau Armageddon. Jalan ceritanya pun terkesan ‘maksa’ dan datar, ya ceritanya cuman ngandelin ledakan dimana2 tapi ketegangannya tidak terlalu terasa bahkan biasa saja.
Berawal dari penemuan ahli astrofisika India (Satnam) tentang ledakan matahari yang akan menyebabkan pergeseran rotasi bumi (dalam film ini disebut-sebut sebagai THE END OF WORLD). Lalu Dr. Hamsley (teman Satnam) menghubungi Gedung Putih mengenai hal tersebut yang serta merta Gedung Putih langsung membangun bahtera modern yang disembunyikan di pegunungan Cina. Bahtera yang diceritakan di film ini sungguh modern dan berbentuk seperti kapal luar angkasa namun mempunyai jangkar. Tiketnya ini dijual oleh Gedung Putih seharga 1 juta Euro (aneh ya tumben ga pake dollar) yang digunakan untuk membangun fasilitas tersebut (bahtera).
Cerita berpindah2 antar 2 tokoh vital film ini (Dr. Hamsley dengan penemuannya dan penulis Farewell Atlantis, Jackson Curtis). Ledakan demi ledakan terjadi di belahan dunia ini, dan di akhir cerita pergeseran kerak (atau rotasi? ) bumi menyebabkan perpindahan kutub selatan ke US (asli ke US ato ngarang doank ya?). Pada adegan memperlihatkan tsunami raksasa di peta digitalnya milik team Dr. Hamsley terlihat beberapa titik yang akan terjadi tsunami raksasa dan disana terlihat peta Indonesia, yang kagetnya di peta tersebut hampir semua belahan Indonesia terdapat titik tsunami. Hm, saya berpikir jika itu terjadi maka semua daratan Indonesia akan tenggelam dalam beberapa menit atau bahkan detik kali ya?.
Yang bikin ngakak di film ini adalah Barrack Obama palsu yang memang mirip dari warna kulit (:D) tapi Presiden AS ini sangat bijak pada film ini, beliau tidak ingin naik bahtera yang telah dipersiapkan. Beliau ingin menemani para penduduk AS di saat2 terakhir. Satu hal lagi yang saya suka adalah perkataan Presiden pada Dr. Hamsley:
Seorang ilmuwan muda lebih penting daripada 20 politikus tua.
Wah saya bener2 berfikir saat itu, memang hanya dalam film sih namun bisa dibandingkan dengan negara kita yang sampai sekarang masih ribut masalah Cicak vs Buaya.
Film ini berakhir dengan manis, semua bahtera selamat beserta orang yang ada didalamnya dan menuju ke benua Afrika.




